Saturday, August 9, 2008

Belajar Kedokteran di Indonesia

Belajar kedokteran di Indonesia mungkin salah satu tempat yang enak, bagaimana tidak, di luar negeri, sebelum belajar melakukan tindakan ke manusia, mahasiswa kedokteran harus belajar melakukan dulu tindakan ke dummy/boneka. Jadi kalau dia belum lulus melakukan tindakan ke dummy, berarti belum boleh belajar melakukan tindakan ke manusia.

Bagaimana di indonesia? Apakah memakai dummy dulu? Tidak saudara2, sudah lama sistem belajar kedokteran di Indonesia langsung memakai manusia sebagai tempat belajar. Jadi mahasiswa kedokteran itu akan pertama kalinya memasang infus atau mengambil darah dengan jarum langsung pada tangan manusia yang masih hidup. Untuk dibangku kuliah ia akan belajar pada teman satu kelompoknya. Sedangkan koas ia akan belajar kepada pasien. Apakah langsung berhasil?

Statistik pengamatan saya menunjukkan tusukan pertama dari mahasiswa kedokteran lebih dari 80% gagal (coba dikoreksi bila salah). Makanya untuk pertama kali menusuk aboket (jarum untuk infus), mengambil darah, memasang kateter, saya lebih memilih untuk melakukannya kepada orang yang tidak sadar atau dengan kesadaran menurun. Karena.... No complain!! hehehehe...

Sekarang sudah ada beberapa universitas yang menggunakan dummy dalam metode pembelajarannya. Malang untuk si mahasiswa, Untung buat si pasien.

Hati-hati dalam bercanda!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...